Belum Menemukan Jawaban ?
Yuk mulai chat di whatsapp dengan tim customer care kami
DENPASAR, Bali – Sebagai penutup Series 4 BRI Liga 1 2021/2022, Persita bertandang ke markas Bhayangkara FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Laga ini berlangsung pada Selasa, 1 Maret 2022 pukul 16.15 WITA. Ini adalah pertemuan kedua Persita dengan tim tuan rumah. Di putaran pertama kompetisi, Persita sukses mengungguli Bhayangkara FC dengan skor 2-1 November 2021 lalu.
Kini dengan kekuatan dan tentu strategi yang berbeda, kembali Persita menghadapi Bhayagkara FC. Meski dilihat dari klasemen sementara, Persita masih di bawah Bhayangkara, namun tidak mengurangi semangat Pendekar Cisadane untuk menampilkan permainan terbaik mereka.
Persita pun turun dengan kekuatan penuh. Miftahul Hamdi dan penjaga gawang Rendy Oscario, yang pekan lalu absen, memulai pertandingan dari bangku cadangan pekan ini. Sementara susunan skuad yang lain tidak memiliki perbedaan mencolok dari pekan sebelumnya. Nur Hardianto yang di pertandingan putaran pertama mencetak gol penentu kemenangan Persita, kali ini duduk di bangku cadangan.
Menghadapi Bhayangkara FC, Persita bermain baik dan atraktif. Sejak awal, skuad Persita tampil menyerang dan melakukan bangunan serangan yang matang. Namun hasil akhirnya, Persita harus puas berbagi poin. Pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2. Dua gol Persita dicetak oleh Harrison Cardoso dan Edo Febriansah.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Sejak menit pertama baik Bhayangkara FC maupun Persita langsung menyajikan gaya sepak bola menyerang. Memasuki waktu lima menit pertandingan, kedua tim nampaknya masih berusaha menemukan pola permianan terbaik mereka. Peluang pertama Persita muncul di menit ke-8 saat Kasim Botan berhasil mengecoh lawan menuju ke dalam kotak penalti, namun kerja sama yang dibangun masih kurang solid.
Dari skema penyerangan yang sederhana, Andre mengirimkan umpan dari sisi kanan dan langsung dieksekusi kaki kiri Harrison Cardoso dan menciptakan gol perdana di pertandingan ini di menit ke-10. Skor berubah 0-1 untuk keunggulan Persita.
Menit ke-13, Persita dihadiahi tendangan bebas dari luar kotak penalti. Namun sayang, tendangan langsung Harrison belum cukup kuat untuk bisa kembali menggetarkan jala gawang lawan. Baru saja unggul, Persita malah kebobolan di menit ke-14 dari tendangan bebas. Skor pun kembali berubah 1-1.
Beberapa kali peluang tercipta untuk sisi Persita baik dari kanan maupun kiri lapangan. Tapi sayang, belum ada yang cukup mumpuni untuk dikonversi jadi gol. Menit ke-24, berawal dari tendangan sudut yang dieksekusi Harrison dan rebound, lesatan tendangan Edo langsung menuju ke gawang lawan, namun sayang, lagi-lagi masih belum terlalu bertenaga untuk bisa menambah gol.
Perlahan-lahan Persita berusaha menguasai bola menit demi menit. Dengan harapan permainan lebih terkontrol dan kombinasi bisa dilakukan seperti halnya yang emnghasilkan gol pertama. Masuk menit ke-30, tensi pertandingan pun meninggi. Total sudah ada 3 kartu kuning yang dikeluarkan wasit untuk kedua belah pihak. Dua untuk Bhayangkara Fc dan 1 untuk Persita.
Menit ke-31 ada bangunan serangan kembali dari Persita lewat kerja sama Edo dan Harrison kemudian mendaratkan bola di kaki Rian yang langsung menendang langsung ke arah gawang. Tapi sayang, tendangan spekulatif ini masih melambung di atas mistar gawang. Dua menit kemudian, Edo terlepas kembali dari penjagaan lawan, namun ketika berhadapan dengan kiper lawan, tendangannya masih bisa ditepis kiper.
Hingga turun minum, meski ada beberapa peluang yang kembali tercipta, namun skor tidak mengalami perubahan. Babak pertama ditutup dengan skor 1-1.
Jalannya Pertandingan Babak Kedua
Memulai babak kedua, belum ada pergantian pemain di kubu Persita yang dilakukan Pelatih Kepala Widodo Cahyono Putro. Dua menit babak kedua berjalan, kemelut sempat terjadi di depan gawang Bhayangkara FC. Namun sayang, rebound demi rebound tidak bisa menambah torehan gol untuk kubu Persita.
Sepuluh menit berlalu, beberapa kali tercipta peluang dari Persita namun kerja sama satu dua belum terlalu apik. Menit ke-57, tendangan bebas Harrison dari luar kotak penalti pun masih terlalu mudah diamankan kiper. Di menit yang sama pula, pergantian pemain dilakukan. Andre Agustiar keluar digantikan Ahmad Nur Hardianto.
Persita kembali melakukan pergantian pemain di menit ke-65. Taufiq Febriyanto dan Miftahul Hamdi masuk menggantikan Ricki Ariansyah dan Taylon Correa, dengan harapan akan lebih banyak Namun titik terang baru terjadi di menit ke-68 saaat tendangan volley Edo Febriansah bisa menjebol gawang lawan. Skor berubah 2-2. Game on!
Menit ke-73 sebuah insiden tak mengenakkan terjadi Dedy Gusmawan dijatuhkan di kotak penalti Persita. Lawan diganjar kartu merah, namun Dedy terpaksa harus dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit terdekat.
Bermain dengan satu pemain lebih banyak, serangan demi serangan pun dilakukan kubu Persita. Namun sebanding pula dengan pertahanan yang harus dilakukan. Persita maish kesulitan untuk menembus pertahanan lawan yang bermain sangat rapat.
Hingga peluit akhir dibunyikan, tak ada tambahan gol untuk kedua belah pihak. Pertandingan berakhir dengan skor serupa, berimbang 2-2. Satu poin dari pekan ke-28.
Pembelajaran untuk Pertandingan Berikutnya
Menanggapi hasil imbang dari pertandingan sore ini, Pelatih Kepala Persita, Widodo Cahyono Putro mengaku akan terus berbenah untuk memperbaiki kesalahan di masa depan. Satu poin pun disyukuri Widodo. “Pertandingan tadi memang target kami kepibih kami bia poin penuh ya. Tapi ternyata kita tidak bisa poin penuh. Tapi kita syukuri juga kita dapat poin satu. Yang terpenting ke depan terus memperbaiki. Jangan sampai membikin kesalahan-kesalahan yang memang akan menjadikan gol buat tim lain,” ujar Widodo usai pertandingan.
Ketika ditanya soal kondisi Taylon Correa, striker asing asal Brasil yang tampaknya masih kesulitan untuk menambah jumlah golnya bersama Persita, Widodo menganggap Taylon memang susah melakukab pergerakan karena terapan strategi dari lawan yang efektif. “Tentunya ada di taktikal di situ yang mungkin membuat Taylon tidak bisa berkembang, taktikal dari Bhayangkara maksudnya. Jadi kenapa tadi di babak kedua dia digeser supaya dia mendapatkan ruang yang lebih sehingga dia bisa akselerasi Tapi memang kondisi dan fisiknya tidak mendukung untuk 90 menit akhirnya kita ganti,” ungkap Widodo lagi.
Sementara itu, Edo Febriansah, perwakilan pemain sekaligus pencetak gol penyeimbang Persita sore tadi menyebut ia dan rekan-rekannya bersyukur bisa mendapatkan satu poin. “Bersyukur sudah dapat satu poin. Ke depan kami akan mencoba meraih hasil maksimal di pertandingan selanjutnya. Dan pertandingan ini jadi pembelajaran kami untuk berkembang setiap harinya. Terima kasih.”
Lebih lanjut Edo menyebut, ia senang bisa berkontribusi untuk hasil poin yang diterima Persita hari ini. Meski begitu, ia tak cepat puas dan tetap memacu diri untuk tampil lebih baik lagi dari hari ke hari. “Yang pastinya saya senang dapat membantu tim untuk meraih poin. Dan ke depan say akan terus belajar terus setiap harinya agar lebih bisa membantu tim lagi untuk meraih kemenangan setiap pertandingan selanjutnya,” pungkasnya.
Sementara itu, disinggung soal kondisi kesehatan Dedy Gusmawan yang mengalami cedera saat pertandingan dan dilarikan ke rumah sakit, Widodo menyebut kondisinya sudah membaik. “Tadi ada informasi Dedy Gusmawan sudah mulai sadar. Jadi saya harapkan dia tidak serius ya. Tapi kita belum tahu, belum ada kabar dari dokter tim.”
Ruko Graha Boulevard Blok B No.20, Jalan Gading Serpong, Klp. Dua, 15810, Curug Sangereng, Kelapa Dua, Tangerang, Banten 15810, Indonesia
Info Kontak TentangProfessional Football Club based in Tangerang Regency. Playing in Liga 2 Indonesia.