Persita dan Kisah Comeback yang Luar Biasa!
Sabtu, 2 Oktober 2021
Share With :

CIBINONG, Jawa Barat – Tuntas sudah perjalanan dan perjuangan Persita Tangerang di Series 1 BRI Liga 1 2021/2022 usai menahan seri tim tuan rumah Borneo FC di pertandingan pekan keenam kompetisi yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu, 2 Oktober 2021. Persita membawa pulang satu poin ke Tangernag sekaligus menutup Series 1 dengan skor 2-2. 

Melawan Borneo, Persita hanya menurunkan satu pemain asing, yakni Bae Sin Yeong. Sementara Alex Goncalves terkena akumulasi kartu kuning dan Harrison Cardoso serta Adam Mitter masih menjalani proses recovery pasca cedera. Tapi meski begitu, Persita sukses membuktikan bahwa tanpa skuad pemain asing yang maksimal, penampilan Pendekar Cisadane sangat membanggakan.

Di Series 1 BRI Liga 1 2021/2022 ini secara keseluruhan, Persita mencatatkan dua kali kemenangan, dua kali kekalahan dan dua seri dari total enam pertandingan.

Jalannya Pertandingan Babak Pertama

Di menit awal pertandingan, tempo masih sedikit lambat. Dua tim tampaknya masih mencoba mencari pola strategi terbaik untuk pertandingan ini. Di menit keempat, Taufiq Febriyanto sempat melakukan gerakan merebut bola dari Borneo FC yang tampaknya ingin bermain dengan tempo rendah.

Peluang pertama menghampiri Persita di menit kedelapan saat M. Toha mengirimkan umpan dari sisi kanan lapangan menuju Ade Jantra, namun belum bisa dieksekusi dengan baik. Skema tekanan dari Persita pun mulai menunjukkan hasil. Meski dominasi penguasaan bola jadi milik Borneo, tapi serangan Persita cukup efektif di menit-menit awal babak pertama ini.

Kembali peluang emas menghampiri Persita di menit ke-19 saat tendangan on goal Ahmad Nur Hardianto dari umpan Yeong. Sayang posisi penjaga gawang Borneo FC sangat baik hingga belum bisa ditembus. Selang semenit kemudian, ada Aldi Al Achya yang kembali melesatkan tendangan keras namun masih menyamping dari sisi gawang. Dua peluang dalam dua menit!

Memasuki separuh babak pertama, Persita masih terlihat disiplin, terutama di lini belakang. Meski beberapa kali diserang, lini pertahanan yang dipimpin Kapten Agung Prasetyo masih bisa mengamankan gawang. Sesekali, Persita pun melancarkan serangan balik yang memang jadi salah satu keunggulan Pendekar Cisadane.

Tapi meski begitu, justru Persita harus lebih dulu kebobolan di menit ke-30 dari sundulan lawan yang dimulai dari tendangan bebas. Tak putus asa, Persita kembali gencar melancarkan serangan balik. Memasuki 5 menit terakhir waktu normal babak pertama, Persita semakin mengencangkan tekanan demi menciptakan gol penyeimbang. Tapi justru malapetaka yang menghampiri Persita saat Irsyad dituding melakukan diving dan membuat wasit mengeluarkan kartu kuning kedua dan berakhir dengan kartu merah. Persita pun melanjutkan permainan dengan 10 pemain. Hingga turun minum, skor masih bertahan 0-1. 

Jalannya Pertandingan Babak Kedua

Babak kedua dibuka Persita dengan peluang dari tendangan bebas yang dieksekusi oleh Bae Sin Yeong. Sempat kemelut di depan gawang lawan, namun belum ada gol yang tercipta. Pergantian pemain pun dilakukan. Kevin Gomes masuk menggantikan Ade Jantra sebagai tanda Persita harus merapatkan barisan pertahanan dengan 10 pemain.

Peluang perdana di babak kedua datang di menit ke-48 saat sepakan Edo Febriansah dengan kaki kirinya mengarah langsung ke gawang, namun masih terlalu lemah. Disambung kembali semenit berselang, peluang dari Nur Hardianto, namun dihadang 4 pemain lawan sekaligus.

Petaka kembali menghampiri Persita saat di menit ke-51 saat lawan kembali mencetak gol kedua. Skor berubah 2-0 untuk keunggulan Borneo FC.

Meski bermain dengan 10 Pendekar, Persita masih terus mencari peluang untuk memperkecil ketertinggalan. Strategi pun berubah dengan memasukkan Rifky Dwi Septiawan dan Raphael Maitimo untuk menggantikan Aldi Al Achya dan Bae Sin Yeong. Disusul dengan masuknya Andre Agustiar di menit ke-74 menggantikan Taufiq Febriyanto. Ini sekaligus menjadi debut perdana Andre berseragam Persita.

Peluang emas baru tercipta di menit ke-78 saat Nur lepas dari penjagaan dan melaju ke arah gawang Borneo melesatkan sepakan datar. Finishing yang apik oleh Nur. Satu gol tercipta oleh Nur mengubah skor menjadi 2-1. Menunjukkan bahwa Pendekar Cisadane mampu memperkecil keunggulan meski harus bermain dengan 10 pemain. Tak lama setelahnya, Nur pun langsung digantikan oleh Chandra Waskito.

Drama semakin luar biasa tersaji dengan kemelut di depan gawang Borneo dan berujung beberapa peluang. Raphael Maitimo gagal menyambut umpan dan Syaeful belum bisa menyundul bola dengan sempurna. Dua peluang emas yang melayang. Meski begitu, terbukti beberapa pemain pengganti Persita pun terlihat menambah kedinamisan permainan Persita. 

Perjuangan Persita terus dimaksimalkan hingga menit-menit akhir pertandingan. Denagn 10 pemain, semu amenegrahkan kemampuan terbaik mereka. Alhirnya titik cerah hadir di menit ke-88 saat Rifky Dwi Septiawan dari tendangan sudutnya bisa mencetak gol dan menyamakan kedudukan! Skor berubah 2-2 dan bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Drama Keputusan Wasit

Usai pertandingan, Pelatih Kepala Persita, Widodo Cahyono Putro mengaku sangat bangga dan berterima kasih dengan kerja keras pemainnya di pertandingan malam ini. Widodo salut dengan perjuangan para Pendekar Cisadane. “Sebelumnya saya salut pada pemain saya yang telah bekerja keras. Mungkin bisa melebihi kemampuan mereka itu tadi ya. Karena banyak drama tadi di dalam permainan. Mudah-mudahan drama tadi tidak berseri. Cukup hanya stop di sini aja. Demi untuk sepak bola Indonesia,” ujar Widodo.

Lebih dulu tertinggal 1-0 di babak pertama, saat halftime Widodo tak banyak mengimbau pemain terkait taktikal. Ia lebih fokus membangkitkan mental pemainnya yang sudah telanjur emosional akibat kartu merah yang diterima Irsyad usai akumulasi kartu kuning. “Pertama yang sering saya sampaikan, kalian itu bermain. Kalau bermain dari sesuatu yang didapat, itu tidak akan keluar kemampuan. Tapi kalau bermain dari hati, segala kemampuan pasti akan keluar. Baik fighting spirit, kemampuan dia skill individu, pantang menyerah, itu akan keluar. Jadi saya engak banyak taktikal waktu itu. Hanya mengatakan itu saja. Karena anak-anak sudah emosional sekali,” ungkap Widodo.

“Tapi mereka sudah melupakan babak pertama dan babak kedua masih ada waktu untuk bisa mengejar ketertinggalan. Dan puji Tuhan alhamdulillah kita bisa menyamakan kedudukan. Saya kira ini sangat luar biasa, pemain-pemain dengan berjuang sekuat tenaga sehingga kita bisa dapat poin satu,” lanjutnya lagi.

Gol kedua sekaligus gol penyeimbang Persita yang dicetak oleh Rifky Dwi Septiawan pun menjadi perhatian Widodo. Ditanya soal apakah akan terus memainkan Rifky ke depannya, Widodo tak mau berkomentar banyak. “Kita lihat perkembangan. Saya tidak akan menentukan dari awal. Tapi lihat perkembangan satu minggu ke depan. Lihat perkembangan pemain. Saya tidak melihat juga dia (Rifky) di lapangan tapi juga lihat gesture wajahnya dia penuh semangat penuh ini tidak. Jadi tidak bisa menentukan dari sekarang,” kata Widodo.

Widodo pun berkomentar soal absennya tiga pemain asing di pertandingan ini. “Mengenai Alex dan Harrison. Alex akumulasi kartu dan Harrison tidak fit. Dia ada cedera di ankle. Jadi saya tidak memaksakan. Ya mungkin bisa 50 persen 60 persen tapi saya tidak mau karena kompetisi masih panjang.”

Yang paling menjadi perhatian Widodo adalah soal keputusan wasit memberikan kartu kuning kedua untuk Irsyad. Widodo mengaku seharusnya insiden tersebut tidak terjadi karena bukan Irsyad yang melakukan pelanggaran. “Mengenai keputusan wasit, saya sudah ada rekaman video. Memang itu betul-betul free kick. Jadi saya harap PT Liga mengevaluasi wasit ini yang namanya Iwan Sukoco. Karena beberapa kali saya melatih, wasit ini kontroversial terus. Tetapi kenapa masih dipakai. Ini yang jadi tanda tanya. Kasihan klub yang mengeluarkan biaya besar hanya ulah. Makanya saya berharap drama ini jangan sampai diteruskan. Cukup mengenai Persita saja di sini. Jadi ke depannya ini demi sepak bola Indonesia.”

Sementara itu, Raphael Maitimo yang mewakili pemain Persita juga merasakan perjuangan yang luar biasa dari tim di pertandingan malam ini. “Terima kasih banyak. Saya pikir ini hasilnya luar biasa buat kita. Tadi Pelatih Kepala sudah bilang kita kerja keras sekali. Dan ini pertandingan yang berat sekali juga. Dan saya sangat senang dengan tim kita, kita bisa main seri,” kata pemain bernomor punggung 10 ini. 

Ke depan, Raphael berharap ia terus bisa bekerja keras untuk mengembalikan performanya ke puncak. “Ya saya masih cari performance terbaik dari saya. Saya juga kembali dari cedera lama cedera hamstring. Tapi saya coba kerja keras di sesi latihan dan mudah-mudahan saya bisa tambah kondisi dan give my best for the team,” ujar Raphael lagi.

Kembali ke Widodo, ketika ditanya tentang penilaiannya terhadap Persita di series pertama ini, dirinya yakin Persita masih akan mengeluarkan penampilan terbaiknya ke depan. “Ya tentunya namanya juga manusia ya. Yang jauh dari kepuasan sih pasti ada. Tapi anak-anak sudah berjuang. Ini step by step pemain juga pasti paham itu. Mari kita sama-sama memperbaiki secara individual maupun kualitas team worknya. Tapi pemain juga paham dengan ini. Untuk series pertama ini terima kasih telah bekerja keras sehingga kita bisa masih tetap di urutan 10 besar kalau enggak salah. Kita tunggu nanti perkembangan.”


Persita Antisipasi Kecepatan Borneo FC
Jelang Series 2, Persita Siapkan Strategi Rotasi
Next Match
STANDINGS BRI LIGA 1
Post Team Match Point
1 Bhayangkara FC 7 16
2 PSIS 7 15
3 Persib 7 13
4 Persija 6 10
5 Persib 6 10
8 Persita Tangerang 6 8

Official Sponsors

Info Persita

Alamat

Ruko Graha Boulevard Blok B No.20, Jalan Gading Serpong, Klp. Dua, 15810, Curug Sangereng, Kelapa Dua, Tangerang, Banten 15810, Indonesia

Info Kontak Tentang

Professional Football Club based in Tangerang Regency. Playing in Liga 2 Indonesia.

Sitemap

Sign Up For Persita Newsletter

Jangan Sampai Terlewat ! Subscribe Newsletter PERSITA dan kamu akan mendapatkan berita terbaru tentang PERSITA dan dikirim langsung ke kotak masuk kamu!