Last Match
2 - 0
PEKAN #20 BRI LIGA 1 2021/2022

Senin, 17 Januari 2022 | 18:15 WIB

Next Match
STANDINGS BRI LIGA 1
Post Team Match Point
1 Bhayangkara FC 11 28
2 Persib 11 25
3 Arema FC 11 20
4 PSIS 11 19
5 Bali United 11 19
8 Persita Tangerang 11 16

News Selengkapnya

Latest News
Kalah 2-0, Persita Soroti Kinerja Wasit

DENPASAR, Bali – Bertempat di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Persita Tangerang melakoni laga pekan ke-20 melawan tim tuan rumah Bali United FC, Senin, 17 Januari 2022 pukul 18.15 WIB atau 19.15 WITA. Pertemuan kedua antara kedua tim di kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Di putaran pertama, Persita harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor tipis 1-2. 

Datang sebagai tim tamu, tentu skema dan gaya permainan Persita sudah banyak berubah dari pertandingan di putaran pertama. Beberapa pemain baru sudah mengisi skema tim. Dedy Gusmawan dan Kasim Botan pun menorehkan debut perdana mereka masuk ke starting eleven. Namun sebaliknya, Persita pun harus kehilangan beberapa pemain yang masih dalam masa recovery pasca cedera seperti Harrison Cardoso, Agung Prasetyo, Ahmad Nur Hardianto dan Irsyad Maulana.

Sejak awal, Persita sudah menjanjikan akan menyajikan permainan yang menarik dan atraktif. Dan itu pula yang ditunjukkan di sepanjang pertandingan. Namun sayang, Persita yang sudah menargetkan untuk meraih poin maksimal pun akhirnya harus menyerah dari lawan. Pertandingan berakhir dengan skor 2-0. 

Jalannya Pertandingan Babak Pertama

Lima menit pertama dominasi bola ada di lawan, sementara Persita masih mencoba menemukan pola permainan yang paling tepat. Namun di lima menit pertama juga, Persita sudah harus menghalau dua kali tendangan bebas dari Bali, keduanya dari luar kotak penalti. Serangan perdana Persita baru muncul di menit ke-7 ketika Hamdi lolos dari pengawalan dan memberikan crossing langsung ke arah gawang. Namun sayang, Taylon belum bisa mengeksekusi bola dengan tepat.

Menit kesembilan, dari tendangan bebas yang langsung diambil langsung oleh Taufiq Febriyanto dan langsung melesatkan tendangan keras ke arah gawang. Namun sayang masih melebar sedikit dari gawang. Tendangan selamat datang, menyambut banyak peluang yang akan datang.

Menit ke-13 kembali hadir peluang Persita dari pergerakan Kasim Botan dari sisi kiri. Kasim menggiring bola hingga ke dekat gawang dan sempat mengecoh Andhika, namun tendangannya masih melambung di atas mistar gawang.

Babak pertama berjalan separuh waktu, Persita masih terus digempur ooleh Bali United. Sesekali, Persita memanfaatkan counter attack, namun belum mampu menciptakan peluang berarti. Peluang emas tercipta di sekitar menit ke-26 saat dua pemain sayap Perista mampu merepotkan pertahanan Bali. Nyaris, Hamdi yang ada di depan gawang bisa menjebol gawang, namun keberuntungan itu belum datang. Semenit kemnudian peluang didapatkan oelh Taylon yang berhadapan dengan 3 pemain Bali United sekaligus, namun sayang, shot on goal-nya masih terlalu lemah dan langsung diamankan kiper lawan.

Menit ke-36 Persita mendapat peluang yang sangat baik dari tendangan langsung Edo namun masih kembali melebar dari gawang lawan. Berselang empat menit, Hamdi kembali mengecoh Andika, namun tendangannya masih bisa dibaca. Peluang terakhir Persita di babak pertama datang dari tendangan bebas dari sisi kanan di luar kotak penalti. Namun sayang tendangan Kasim Botan masih sedikit menyentuh atas mistar gawang. Skor bertahan 0-0 hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan.

Jalannya Pertandingan Babak Kedua

Masuk babak kedua, Persita belum melakukan pergantian pemain. Peluang di babak kedua pun langsung tercipta dari tendangan bebas yang dieksekusi Edo. Namun sayang karena ada gangguan dari Dedi ke pemain lawan, tendangan bebas pun langsung dipatahkan. 

Serangan demi serangan pun diciptakan lawan yang mendominasi permainan. Namun gawang Persita masih aman dari jebolan. Menit ke53, Persita melakukan pergantian dua pemain sekaligus. Nuriddin Davronov dan Taufiq keluar digantikan Ricky Ariansyah dan M. Iqbal. Berharap lapangan tengah akan semakin bergairah dan mampu menciptakan peluang.

Masuknya Iqbal dan Rian mulai memberikan pengaruh yang berbeda. Namun belum juga menciptakan peluang kembali. Di menit ke-61, Edo Febriansah pun harus digantikan Kevin Gomes karena cedera.

Sekitar menit ke-73 Kasim Botan dijatuhkan lawan di dalam kotak penalti. Namun sayang, wasit memutuskan tidak memberikan penalti untuk Persita. Hujan deras pun mengguyur Stadion I Gusti Ngurah Rai yang sedikit banyak membuat kesulitan para pemain beradu di lapangan. 

Menit 84, tendangan keras langsung dilesatkan Rian ke arah gawang lawan, namun masih kurang bertenaga dan bisa diamankan. Dua menit berselang, pertahanan Persita pun akhirnya harus jebol dengan gol yang dicetak lawan. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan lawan. Menit ke-89, kembali gawang Persita kebobolan. Skor bertambah untuk lawan, 2-1. Pertandingan berakhir tetap dengan skor 2-0. Tak ada poin dari pekan ke-20 ini untuk Persita.

Lagi-lagi Soal Referee

Menanggapi hasil yang kurang memuaskan di pekan ke-20 ini, Pelatih Kepala Persita, Widodo Cahyono Putro berkomentar sedikit keras, terutama soal pengadil yang bertugas di pertandingan malam ini. “Kami salut buat pemain kami yang telah bekerja keras, terima kasih  dan selamat untuk Bali United yang telah memenangkan pertandingan. Pertandingan tadi 

sebetulnya cukup seru, cukup bagus, tapi memang sangat disayangkan. Bukan hal kalah atau menang. Tapi saya melihat kurang fair ya. Tadi 1000 persen Kasim Botan itu penalti, tapi ternyata tidak dikasih. Ya saya hanya mengomentari itu. Setelah kejadian itu, pemain sedikit down mentalnya,” ujar Widodo seusai pertandingan.

Widodo berharap ke depannya ada perbaikan kinerja dari para pengadil karena hal serupa sudah berulang kali terjadi, tak hanya pada Persita tapi juga banyak klub lain. “Tapi ini pelajaran buat kita. Inilah sepak bola kita. Tapi tidak pernah dihargai sepertinya kerja keras pemain. Junjunglah semangat hati mereka untuk fair play. Jadi saya harapkan ke depannya pengadil akan lebih bagus lagi. Karena sepak bola kita sedang menjadi sorotan masyarakat juga. Bagaimana sepak bola kita ini sudah terpuruk,” tambahnya.

Akibat kepemimpinan wasit yang kurang baik, Widodo pun akhirnya harus ikut diganjar kartu kuning karena dianggap protes berlebihan oleh wasit. Menanggapi hal ini, Widodo menjelaskan kronologinya. “Kenapa saya kartu kuning, saya melihat Kasim Botan kesakitan di dalam lapangan tapi wasit pengawas Thoriq menyuruh wasit tetap suruh jalan terus. Saya protes di situ. Di mana mata hati mereka. Ada pemain cedera, sakit tapi disuruh main terus. Padahal ada kesempatan itu untuk bola berhenti. Tapi apapun itu keputusan sudah di wasit, wasit berhak, tapi ya nanti ke depannya tolonglah lebih bagus lagi lah. Karena sudah beberapa kali menjadi sorotan referee kita. Supaya berbenah dan kembali ke jalur yang mungkin lebih bagus lagi,” kata Widodo yang tetap berharap ada pembenahan di kinerja wasit ke depannya.

“Saya harapkan cepat evaluasi lah mereka (wasit). Jangan menjadikan hal yang sama. Jangan dibiasakan ini. Lebih bagus kan support juga media dengan hal-hal yang tidak bagus. Jadi tetap kita fokus untuk kompetisi, untuk memperbaiki tim kami sendiri apapun hasilnya malam hari ini. Tetap ke depannya, tetap pemain tetap fight untuk pertandingan. Kami masih percaya ada pengadil kita untuk ke depannya,” tutup Widodo.

Sementara itu, M. Toha, perwakilan pemain yang malam ini juga menjabat sebagai kapten berharap timnya bisa bangkit dari keterpurukan di pertandingan selanjutya. “Untuk pertandingan hari ini kita semua sudah kerja keras menjalankan semua yang diperintah oleh staff coach. Intinya kita sudah memberikan yang terbaik di lapangan. Tapi mungkin ada keputusan-keputusan yang kurang menguntungkan di tim kami. Kita kurang beruntung hari ini. Semoga kita ke depannya bisa lebih baik lagi dan bisa meraih tiga poin di pertandingan selanjutya. Amin.”

Ke depannya, di masa international break, Persita akan tetap bermukim di Bali dan menjalani latihan seperti biasa sebelum pertandingan pekan ke-21. “Untuk libur kemungkinan kita tetap di sini. Tetap latihan,” kata Widodo.


4 hari yang lalu
Latest News
Feature News
Persita Jalin Kerja Sama dengan ISOPRO23

KELAPA DUA, Tangerang – Sebagai klub sepak bola profesional yang bergerak dengan dukungan dari beragam stake-holders dalam perjuangannya meraih prestasi terbaik, Persita Tangerang kembali mengumumkan kerja sama dengan salah satu produk minuman kesehatan dengan kandungan utama whey protein, Isopro23. Kerja sama Persita dan Isopro23 ini resmi akan berjalan selama satu tahun ke depan.

Isopro23 adalah minuman whey protein RTD pertama di Indonesia berperisa kranberi dengan isolate protein whey dengan rasa yang menyegarkan. Jika biasanya whey protein banyak dijual dalam bentuk bubuk, maka Isopro23 hadir dengan inovasi baru dalam bentuk cairan dengan rasa yang lebih ringan.

Produk Isopro23 dinilai cocok untuk dikonsumsi pesepak bola karena kandungan protein tinggi, zero sugar dan bisa membantu proses recovery setelah olahraga, meningkatkan performa olahraga, menjaga berat badan dan tentunya menjaga kesehatan.

Direktur Utama PT Andalan Boga Jaya selaku produsen Isopro 23, Adilla Dimitri Hardjanto menyebut pihaknya sangat antusias untuk menjalin kerja sama dengan Persita Tangerang. “Kami ingin berpartisipasi memajukan industri olahraga di Indonesia melalui sports nutrition. Di negara maju seperti Amerika, Australia atau negera negara Eropa, nutrisi atau protein sudah menjadi hal dasar dari kebutuhan para atletnya. Oleh karena itu kami memutuskan untuk men-support tim olahraga profesional di Indonesia yang sedang fokus mengembangkan performa para pemainnya, yaitu Persita,” kata Adilla.

“Kami percaya pada visi Persita membangun fondasi untuk para pemain muda Indonesia dengan cara yang holistik, termasuk kepeduliannya dengan asupan gizi atlet atau para pemain mereka,” tambahnya lagi.

Nantinya, selama masa kerja sama ini, skuad Pendekar Cisadane tentu akan mendapatkan benefit asupan produk dari Isopro23 yang akan dikonsumsi terutama di masa recovery pasca latihan atau pertandingan.

“Dengan jadwal bermain yang cukup padat, proses recovery pemain sangat penting. Oleh karena itu, dengan kandungan 23g protein dan 4.5g BCAA dalam bentuk yang praktis (ready to drink) dan rasanya yang menyegarkan, Isopro23 akan memberikan kepraktisan untuk atlet dalam proses recovery dan pembentukan massa otot, sehingga performa akan selalu meningkat,” ujar Adilla yang juga berharap kerja sama ini bisa berkontribusi positif untuk membangun kualitas atlet Indonesia secara umum.

“Semoga dengan kerja sama ini, kita semua bisa menyadari pentingnya nutrisi serta protein bagi atlet profesional. Kita juga berharap kerja sama ini bisa menjadi langkah awal kita dalam membantu membangun kualitas atlet Indonesia agar bisa bersaing negara-negara maju lainnya,” tutup Adilla.

Sementara itu, Direktur Komersial PT Persita Tangerang Raya, Evelyn Cathy, juga menyambut baik terjalinnya kerja sama antara pihaknya dan Isopro23. “Sebagai klub sepak bola profesional tentu kami memiliki tujuan serupa dengan pihak Isopro23, untuk bersama berjuang bersinergi untuk mendukung performa para Pendekar dalam hal ini tidak hanya secara fisik tapi juga holistik. Semoga dengan kerja sama ini, para Pendekar bisa merasakan manfaat yang baik untuk mendukung penampilan mereka di lapangan nantinya,” ujar Cathy.


3 bulan yang lalu
Feature News

Team Selengkapnya

Official Sponsors

Info Persita

Alamat

Ruko Graha Boulevard Blok B No.20, Jalan Gading Serpong, Klp. Dua, 15810, Curug Sangereng, Kelapa Dua, Tangerang, Banten 15810, Indonesia

Info Kontak Tentang

Professional Football Club based in Tangerang Regency. Playing in Liga 2 Indonesia.

Sitemap

Sign Up For Persita Newsletter

Jangan Sampai Terlewat ! Subscribe Newsletter PERSITA dan kamu akan mendapatkan berita terbaru tentang PERSITA dan dikirim langsung ke kotak masuk kamu!