Bangun Mentalitas, Persita U-17 Lakukan Uji Coba Dengan Seniornya
Senin, 16 September 2019
Share With :

TANGERANG, Banten – Usai berhasil meraih kemenangan di pekan ke-16 Liga 2 2019 saat menjamu Sriwijaya FC (12/9/19), Persita langsung mengadakan sesi uji coba melawan tim Persita U-17 di Stadion Sport Centre Kelapa Dua, Tangerang pada Jumat, 13 September 2019. 

Pemain yang duduk di bangku cadangan saat pertandingan melawan Laskar Wong Kito kemarin ditunjuk oleh para pelatih untuk menghadapi para juniornya. Hingga peluit babak kedua berbunyi tanda berakhirnya pertandingan, skor 3-0 terpampang untuk kemenangan Persita lewat gol Redi Rusmawan dan Diego Banowo (2), 

Laga uji coba kali ini pun dilakukan bukan tanpa alasan. Pasalnya Wawan Hermawan selaku Pelatih Kepala Persita U-17 sedang mempersiapkan racikan terbaiknya untuk mengarungi Turnamen Piala Soeratin tahun ini. Ia berambisi untuk membawa tim nya mengulang momen di tahun 2017 dimana saat Persita U-17 berhasil meraih juara 2 Nasional di Jogjakarta.

Tim yang telah dibentuk sejak Januari lalu ini pun merupakan hasil dari seleksi terbuka seluruh SSB serta akademi di Kabupaten Tangerang. Bahkan selain untuk Persita U-17, Wawan juga telah menyeleksi 300 lebih anak lainnya untuk pemenuhan tim Persita U-15. 

“Syukur-syukur nanti Persita lolos di Liga 1  kan sudah siapkan anak-anaknya, U-15 dan U-17 kita sudah siap makanya kita siapkan,” ungkapnya.

Dalam proses penyeleksian pemain, Wawan Hermawan menjelaskan bahwa ada hal yang sama pentingnya dengan skill dalam penilaian, yakni chemistry. Baginya, walaupun seorang anak memiliki kemampuan individu yang baik, namun jika tidak mendapatkan chemistry untuk mengangkat tim, itu akan menjadi kesulitan tersendiri. 

“Sebetulnya banyak item-item yang kita pilih, bagaimana anak ini membangun chemistry. Chemistry tuh biasanya ada. Anak ini kelihatan bagus iya, kan tapi dia susah dilatih. Jadi itu kesulitan kita untuk membangun chemistry itu kadang-kadang yang enggak dapat,” ungkapnya.

Chemistry itu susah. Kadang kita memilih pemain pun ya kita kan tidak asal. Kadang-kadang, 'Wah ini bagus'. Tapi saat kita katakan bagus ini, dia harus terbangun chemistry kita,” tambahnya lagi. 

Usai laga uji coba berakhir, alumni UNJ tersebut menekankan bahwa mentalitas merupakan titik evaluasi pertama yang harus ia benahi dalam timnya. “Sebetulnya mentality ya. Saya katakan anak-anak kita tadi sebetulnya hanya mentality karena mereka kurang sering bertemu dengan senior-seniornya. Boleh dihitung baru satu kali ini,” tuturnya.

“Beda sama kita tahun lalu kita latihan siang seniornya sore sehingga mental mereka sudah terbangun. Sementara yang ini jauh senior di sini (Stadion Sport Centre) kita latihan di Solear, Tigaraksa.”

“Makanya saya bawa ke sini juga tujuannya untuk itu, untuk membangun mentality. Ya saya lihat anak-anak sebetulnya secara skill sih sudah bagus ya cuma tinggal mentality. Saya bilang tadi gairah mereka ada yang gairahnya terlampau tinggi. Artinya gairah 0 dengan gairah 100 sama saja 0,” tutup pelatih yang memiliki target terdekat untuk dapat lolos ke Zona Banten pada Piala Soeratin ini.


Selamat berjuang, Persita U-17!



SOS Children's Villages Indonesia Hadir di Pertandingan Kandang Persita
Next Match
STANDINGS Liga 2 Indonesia
Post Team Match Point
1 Persiraja 21 42
2 Persita Tangerang 21 41
3 Sriwijaya FC 21 40
4 Perserang 21 33
5 PSCS Cilacap 21 33

Sitemap

Sign Up For Persita Newsletter

Jangan Sampai Terlewat ! Subscribe Newsletter PERSITA dan kamu akan mendapatkan berita terbaru tentang PERSITA dan dikirim langsung ke kotak masuk kamu!